Resolusi Bisnis untuk Kedai Kopi yang Sepi Pembeli


Hai,

Sebelum cerita soal resolusi bisnis kedai kopi di tahun 2019 ini. Aku mau cerita dulu soal kedai kopi yang aku rintis sama suami yang sepi pengunjung.

Jadi, sejak aku melahirkan, tepatnya hampir 3 bulanan, aku tidak pernah pergi ke kedai kopi yang bernama kedai perdikan. Namun kemarin, akhirnya aku datang menyambangi kedai.

Nah, saat aku duduk-duduk di depan kedai, tetangga datang menghampiriku. Kami saling bertukar kabar hingga tetanggaku itu berbicara mengenai suatu hal yang berbau mistis. Hal mistis ini, ia kaitkan dengan kedai kami yang sepi pengunjung.

Kata tetanggaku itu:
"Aku pernah ngalami hal ini mbak, jualanku sepi setelah aku tahu ada bau pesing di sekitar tempat aku jualan. Setelah bau pesing terus ada taburan garam-garam gitu. Gitu terus sampek akhirnya aku berhenti jualan karena sepi terus. Sekarang ya aku nggak pernah nemu hal-hal aneh seperti itu di sekitar rumah".
Aku manggut-manggut.

"Kalau kayak gitu kan berarti ada yang usil mbak, ada yang ingin kita berhenti jualan. Nah mungkin kedai sepi karena hal itu mbk. Ada yang usil, ada yang iri, ada yang mau mbak berhenti buka kedai di sini"
lanjut tetanggaku.

Kedai kopi lagi disewa buat diskusi

Aku kembali manggut-manggut. Setelah menceritakan hal tersebut, tetanggaku itu pun pamit pergi.

Jujur, aku tak terlalu peduli dengan cerita tetanggaku tersebut. Bagiku, tak ada hubungannya antara dunia mistis dan kedai kami yang sepi pengunjung. Di samping itu, aku dan suami sudah punya analisis sendiri mengenai penyebab kedai sepi.

Ada dua hal yang membuat kedai kopi kami sepi pengunjung.

1. Kedai jarang buka
Konsisten. Ini juga berlaku dalam dunia bisnis kuliner. Kalau nggak konsisten, beuughh, jangan harap bakal ramai pembeli, yang ada malah pelanggan tetap pada beralih.

Itulah yang terjadi di kedai kopi kami. Karena kami jarang buka kedai walhasil pelanggan jadi mencari tempat ngopi yang lain.

2. Di sekitar kedai mulai bermunculan kedai-kedai kopi juga.
Bisa dibilang, kedai kopi kami adalah kedai yang pertama muncul di daerah tempat dimana kedai kami berdiri. Namun setahun kemudian, sekitar 200m dari kedai, berdiri kedai kopi juga lalu disusul dengan kedai lainnya.

Tak cukup sampai di sini, sekitar 3 pelanggan yang biasa ngopi di kedai, terinspirasi untuk membuat kedai kopi seperti kami.

Dengan fakta seperti ini, maka aku pun tidak kaget bahwa pelanggan kedai menjadi berkurang signifikan.

Tapi hal ini benar-benar tak jadi masalah. Karena aku  yakin, semua sudah punya rejeki masing-masing.

Di samping itu, kopi itu tentang selera. Meskipun bahannya sama, tapi buatan si A belum tentu sama dengan si B.

Suasana kedai kopi di siang hari

Jadi jika ada pengunjung yang suka dengan kopi buatan kedai, aku yakin, pengunjung tersebut tetap akan datang ke kedai kopi kami. Meskipun kedai kami dikepung kedai-kedai kopi lainnya. Optimis amat, Mak? Harus mah ini. *hahay

Nah setelah aku juga suami tahu penyebab sepinya pengunjung kedai. Selanjutnya kami memutuskan untuk membuat resolusi bisnis kedai kopi kami di tahun 2019 ini.


Di antara empat poin resolusi, kami memprioritaskan pada point nomor 4. Karena ini butuh effort yang lumayan tapi hasilnya menakjubkan, insyaAllah.

Nah yang poin nomor 4 itu begini.
Di daerah tempat tinggal kami ini, terdalat kebun kopi yang menghasilkan rasa kopi yang khas. Lokasi kebun kopi tersebut berada di daerah Wonosalam.

Sayangnya, kopi khas daerah tempat tinggal aku ini, belum sepopuler kopi aceh, kopi bali, kopi toraja, dan sebagainya. Padahal rasa dari kopi ini pun tak kalah enak dari lainnya.

Oleh sebab itu, kami ingin menambah varian kopi ini di kedai kami. Selain untuk menarik pembeli, ini sebagai salah satu bentuk dukungan kami terhadap produk lokal yakni kopi Wonosalam ini.

Harapan kami, kopi ini akan menjadi lebih dikenal banyak orang.

Selama ini, kami mengolah sendiri biji kopi menjadi bubuk kopi dengan cara tradisional. Kami tidak membeli kopi dalam bentuk bubuk kopi. Kami ingin menyajikan bubuk kopi segar kepada pengunjung kedai.

Tujuan kami menggunakan bubuk kopi yang segar  adalah agar dapat menghasilkan rasa kopi yang nikmat dan memiliki aroma kopi yang kuat.


Beberapa referensi tentang kopi mengungkapkan bahwa rasa dan aroma kopi itu sendiri, dipengaruhi juga oleh usia bubuk kopi. Semakin lama akan mengurangi kualitas rasa dan aroma kopi.

Namun apabila bubuk kopi disimpan dengan baik, dimungkinkan dapat menjaga kualitas rasa dan aroma kopi. Tapi, menurut kami, tetap lebih oke menggunakan bubuk kopi segar.

Namun cara tradisional yang kami gunakan untuk membuat bubuk kopi segar ini, kadang belum memberikan hasil kopi yang maksimal, seperti kurang konsisten dalam hal tekstur. Kadang halus, kadang agak kasar.

Tekstur ini sendiri merupakan salah satu faktor yang juga mempengaruhi rasa kopi. Semakin halus bubuk kopi yang digunakan, maka rasa kopi pun akan semakin nikmat.

Untuk mewujudkan keinginan ini, aku mulai berburu mesin kopi. Perburuan ini tidak hanya aku lakukan secara offline. Melainkan juga secara online. Namun sayangnya, untuk pencarian secara offline amat sangat terbatas atau kurang variatif.

Sementara itu, pencarian mesin kopi secara online alhamdulillah berjalan lancar. Atas rekomendasi seorang teman, aku ditunjukkan sebuah e-commerce yang menjual semua kebutuhan para pelaku bisnis. Baik industri hingga umkm.


Namanya adalah Ralali.com.
"Mau cari kebutuhan bisnis apa saja, di Ralali.com insyaAllah ada, lengkap koq" begitu kata temanku itu.

Aku pun langsung meluncur ke Ralali.com, dan ternyata benar apa yang disampaikan oleh temanku itu. Karena aku menemukan dengan mudah dan banyak pilihan mesin kopi yang aku dan suami cari. Terutama mesin kopi yang khusus dapat menghasilkan bubuk kopi yang halus atau disebut dengan mesin grinder.

Dari sekian banyak pilihan mesin grinder, ada satu mesin grinder kopi yang menarik hati aku. Nama mesinnya Getra Brasil Coffee Grinder.

Kenapa tertarik dengan mesin Getra Brasil Coffe Grinder ini?


Setelah menemukan mesin grinder kopi di Ralali.com, akupun segera menyimpan hasil pencarianku ini yang nantinya aku tunjukkan saat suami ada di rumah. Tapi aku yakin, insyaAllah suami setuju dengan pilihanku.

Oya, waktu teman aku merekomendasikan untuk mencari grinder di Ralali.com, aku sempat mikir, KENAPA RALALI.COM?

Ternyata setelah aku telusuri, aku jadi tahu alasan teman aku merekomendasikan Ralali.com kepadaku sebagaimana yang aku rangkum di infografis di bawah ini.


Kemudian apabila dilihat dari rekam jejak Ralali.com yang sudah begitu banyak mendapatkan penghargaan-penghargaan. Beberapa pencapaian tersebut seperti di bawah ini.

Pencapaian ralali.com

Nah, dari rencana resolusi bisnis 2019 yang aku sebutkan di atas, aku dan suami optimis, tentunya setelah mendapatkan kemudahan bisnis dari Ralali.com juga, apabila semua rencana resolusi tersebut berjalan dengan baik dan lancar serta dilakukan semua, kedai kopi akan kembali bersinar secerah cahaya mentari. Aamiin.

Buat kamu, aku mohon bantuan doa ya agar resolusi bisnis kedai kopiku dan suami di tahun 2019 ini tercapai semua yak. Matur nuwun.

21 comments:

  1. wah, ada info lagi nih soal ralali.
    aku jadi makin kepo soal start up inih, coba cek-cek ah nanti.
    semoga bisa bantu bisnis aku dan suami

    ReplyDelete
  2. Wah, ternyata dirimu punya kedai kopi toh. Asyik sekali sih kapan2 aku pengen nongkrong buat ngopi2 di sana hehe.

    Semangat bikin menu kopi barunya yah, moga makin rame kedainya. Untung aja ada Ralali yah mau nyari barang apa pun jadi lebih mudah deh

    ReplyDelete
  3. Aamiin.. semoga resolusi bisnisnya di tahun 2019 bisa sukses ya mba.. aku nih masih sebatas niat aja.. belum ada aksi nyata buat memulainya.. mmm.. rarali ini bisa jadi motivasi aku untuk membangun bisnis nih.. semoga terwujud juga ya bisnis aku ditahun 2019 ini..aamiin

    ReplyDelete
  4. Semoga resolusi bisnis kopinya makin lancar. Aku bukan penggemar kopi tapi lebih suka lihat orang bikin kopi dari biji langsung terus digiling gitu. Lebih fresh kelihatannya

    ReplyDelete
  5. Bener Mbaa, konsisten itu penting banget. Aku pernah ngalamin sama beberapa pedagang yang kadang buka kadang nggak. Padahal dagangannya enak. Tapi krn gak konsisten, lama-lama jadi males ke sana, hihi

    ReplyDelete
  6. Konsistensi itu faktor paling penting dalam usaha apapun ya mba.. jadi blogger aja harus konsisten :)
    Semoga bisnisnya bisa berkembang makin maju, lancar, mudah. Semangat mbaa :)

    ReplyDelete
  7. Semoga kembali lancar bisnisnya. Hmmm ... Saya membayangkan setiap hari mencium aroma kopi segar :)

    ReplyDelete
  8. konsisten di segala hal ya mbak baik rasa, kualitas juga penyajian kopinya. Punya kedai kopi harus bisa bersaing supaya tetap ramai ya. Semoga kedai kopinya laris manis terus ya mbak.

    ReplyDelete
  9. Konsisten terus punya rasa yg unik pasti lama kelamaan bakalan rame ,klo masalah yg lain jualan kopi juga kn udah Ada rezekinya masing2

    ReplyDelete
  10. Nah soal konsistensi buka warung, juga konsistensi rasa, penting banget tuh agar pelanggan setia selalu ke kedai ya. SEmoga pelanggan pada balik ke kedai nya ya mbak, laris dan banyak pengunjung ngopi

    ReplyDelete
  11. Memang mba, pokoknya komitmen buka aja dulu yang penting orang sekitar mengenali usaha kita.
    Kemudian jaga kualitas rasa, hehehe pernah kerja di bidang usaha minuman beberapa tahun membuat saya mayan ambil ilmunya. Sukses terus ya Mba Inda, seamngat jualan dan resolusi bisnis kembali

    ReplyDelete
  12. Emang yang namanya konsistensi itu penting banget ya mbak. Dalam hal apapun. Sukses untuk usahanya ya mbak..

    ReplyDelete
  13. Aamiin, semoga resolusi bisnis kedai kopinya tercapai dan bisnisnya sukses terus, baru tahu tentang rarali, nanti mau lihat-lihat juga ah, kali aja kepikiran mau bisnis apa gitu hehe

    ReplyDelete
  14. Walah kasian banget ya mba kook tega ada yang usil tabur2 garam gitu :( setau saya emabg berhubungan ama hal2 ghaib gitu mba. Padahal kalo bisa bersaing secara sehat atau berkolaborasi malah bagus kaan

    ReplyDelete
  15. Ada banyak yah bertebaran bisnis kopi skrg, tp kalau soal kualitas jarang yang punya. Bener tuh mba klu soal usaha kopi bxk hal yh harus diperhatikan, btw smoga resolusi bisnisnya tercapai yah

    ReplyDelete
  16. Thank you for sharing that tips for the café. Well Coffee has been one of the most wanted commodities from Indonesia and I think everybody loves to enjoy a nice cup of great Indonesian coffee

    ReplyDelete
  17. Semoga bisnis kopi yanf mba resolusikan bisa segera menjawab cita2 mba ya. Aku mendoakan yang terbaik

    ReplyDelete
  18. Bisnis kedai kopi itu ada impian, cinta, dan cerita. Semoga lancar dan bisa sukses ya mba. Salah satu upaya sekarang bisa dibantu Ralali ya. Banyak platform dan aplikasi yang mendukung bisnis.

    ReplyDelete
  19. Wah bagus ini idenya mba, mempopulerkan kopi lokal yang tentunya ga kalah rasanya dibandingkan kopo2 dari daerah lain yang sudah duluan ngetop.
    Semoga sukses dengan bisnis kopinya ya.

    ReplyDelete
  20. Kalau orang Jawa, selalu percaya mistis.
    Dan kejadian ini seringkali terjadi jika menemui saingan di dunia usaha.

    Alhamdulillah,
    mba Inda optimis dan gak percaya mistis begini.

    Barakallahu fiikum.
    Lancar dan berkah usahanya, kakak~

    ReplyDelete
  21. Mak Ken, dulu juga kefikiran di Joeragan namabhin menu kopi krn banyak yang nanyai hahaha jadi kefikiran mau beli mesin kopinya di ralali nih

    ReplyDelete

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)

Facebook  Twitter  Google+ Yahoo

Follow by Email

Optimistis Seller Newbie Berkat Program Gratis Foto Produk dan Upload Foto Produk di Blibli.com

Bermula dari keinginan kami, aku juga adekku, yang ingin memiliki penghasilan sendiri namun tidak dengan bekerja di sebuah lembaga mela...