Ini Waktunya

Berhenti
Ingin sekali berhenti di titik ini
Karena sudah terlalu lelah
Lelah sekali

Dari awal melangkah, aku sudah disapa duri. Kadang duri mengenai kaki, kadang malah hati. Jika kaki yang kena, sungguh tak masalah. Asal jangan hati yang kena, aku bisa hilang arah.

Aku memang sudah memperkirakan bahwa pilihanku ini akan menghadapi jalan yang terjal. Namun aku tak menyangka jalan terjal yang aku lalui ternyata disertai duri.

Meskipun berkalang sakit, pos demi pos berhasil aku lalui. Sayangnya, di pos terakhir, aku mulai kehabisan tenaga. Aku kepayahan. Sungguh kepayahan.

Aku bukan tipe orang yang gampang menyerah. Aku suka belajar. Aku suka berusaha. Tapi, kali ini beda. Aku ingin menyerah saja.

Apakah ini saatnya aku berpasrah kepadanya. Apakah ini saatnya aku memohon izin untuk bersandar padaNya.
Iya, bagiku ini saatnya.



1 comment:

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)

Facebook  Twitter  Google+ Yahoo

Follow by Email

Ajak Jelajah Museum, Si Kecil Bakal Bosen atau Nggak, Ya?

Beberapa waktu yang lalu, entah dapat wangsit darimana, aku berinisiatif untuk mengajak si kecil Ken pergi ke museum yang berada tak ja...