Yuk, Stimulasi Literasi Anak Sejak Usia Dini Mulai dari Rumah (Bonus: Aneka Macam Permainan untuk Menstimulasi Literasi Anak)

Literasi merupakan sebuah kata yang digaungkan makin lantang beberapa tahun belakangan ini, terutama saat Kemendikbud semakin intens menggiatkan suatu gerakan yang berama Gerakan Literasi Nasional atau GLN sejak tahun 2016 lalu. Tujuan umum Gerakan Literasi Nasional adalah untuk menumbuhkembangkan budaya literasi pada ekosistem pendidikan mulai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam rangka pembelajaran sepanjang hayat sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup.


Definisi literasi itu sendiri dalam wikipedia adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan menurut KBBI, literasi adalah kemampuan menulis dan membaca. Sementara itu, dalam kamus online Merriam – Webster, dijelaskan bahwa literasi adalah kemampuan atau kualitas melek aksara dimana di dalamnya terdapat kemampuan membaca, menulis dan juga mengenali serta memahami ide-ide secara visual. Berdasarkan definisi di atas, dapat dikatakan bahwa literasi adalah kemampuan dalam berbahasa yang mana di dalamnya terdapat kemampuan dasar meliputi menyimak, berbicara, membaca dan menulis.

Menyimak, berbicara, membaca, dan menulis adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang anak. Karena kemampuan-kemampuan ini merupakan modal bagi anak untuk mengembangkan dan memperkaya ilmu pengetahuan serta pemahaman mereka. Kemampuan dasar ini juga yang akan membawa anak menuju ke tingkat pendidikan berikutnya.

Lalu, setelah hal-hal dasar tersebut dikuasai, tingkat literasi selanjutnya adalah anak belajar memahami kata atau kalimat yang ia baca. Setelah berhasil melakukan ini, selanjutnya anak belajar membaca situasi kondisi. Kalaupun dalam situasi atau kondisi tersebut terdapat masalah maka anak dapat menemukan solusinya. Jadi bisa dibilang kemampuan dalam menyelesaikan masalah adalah bagian dari kemampuan literasi. Hal ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya memiliki kemampuan literasi dalam kehidupan seorang anak. Literasi dapat meningkatkan kualitas hidup anak nantinya. 

Pengaruh Orangtua dalam Kehidupan Anak


Berbicara mengenai kehidupan seorang anak, maka tak lepas dari pengaruh orangtua. Ada sifat hingga karakter orangtua yang diturunkan kepada anak. Ada begitu banyak waktu yang dilalui bersama anak bahkan semenjak anak masih di dalam kandungan. Serta ada banyak momen atau peristiwa yang terjadi dan dialami bersama anak. 

Anak mengatakan apa yang biasanya dikatakan orangtuanya. Anak melakukan apa yang biasanya dilakukan orangtuanya. Anak mencontoh orangtuanya. Hal-hal itu, secara langsung, mempengaruhi kehidupan seorang anak. Tinggal sekarang apa yang diinginkan oleh orangtua? Apakah orangtua ingin memberikan pengaruh positif atau pengaruh negatif kepada buah hati tercinta?

Orangtua Ingin yang Terbaik untuk Anak

Setiap orangtua, pasti menginginkan hal-hal yang baik terjadi pada anaknya. Setiap orangtua tentu mengharapkan hal-hal jelek yang ada dalam diri mereka tidak diadopsi, tidak terjadi, tidak dialami oleh anak. Setiap orangtua tidak ingin memberikan pengaruh negatif kepada anak. 

Saya yakin begitu. Saya pun demikian. Saya (juga suami), tentu ingin memberikan pengaruh positif dalam kehidupan anak saya. Saya ingin anak-anak saya mendapatkan bekal yang cukup sebelum ia mengarungi masa depannya kelak.

Literasi Bagian dari Kotak Bekal Masa Depan Anak

Ada banyak bekal yang harus dimiliki oleh anak. Salah satunya adalah literasi. Mengingat literasi merupakan salah satu kemampuan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup. Oleh sebab itu, saya (yang mendapat dukungan penuh dari suami) berusaha untuk menstimulasi literasi anak saya sejak usia dini. 

Peran Orangtua dalam Literasi: Menstimulasi Literasi Anak Sejak Usia Dini 
Mulai dari Rumah

Mengapa sejak usia dini? Karena pada masa ini, orangtua masih menjadi poros utama bagi anak. Anak masih banyak menghabiskan waktu bersama orangtua. Anak belum terpapar pengaruh luar. Sehingga ini adalah masa yang tepat untuk mulai melakukan stimulasi literasi pada anak agar menjadi fondasi yang kokoh dan tak mudah roboh terutama saat ia sudah berinteraksi dengan dunia luar.

Langkah-langkah sebelum stimulasi literasi anak.




1. Teguhkan niat
Ini penting, mengingat proses stimulasi literasi ini membutuhkan waktu yang tidak cepat dan juga membutuhkan ketelatenan. 2 hal itu, seringkali gugur di tengah jalan. Karena merasa lelah, baik lelah secara raga maupun lelah jiwa.

2. Mencari tahu mengenai literasi secara jelas dan terperinci.
Hal ini juga penting untuk dilakukan. Karena kita bisa tahu langkah atau cara yang dapat dilakukan agar mencapai suatu tujuan yakni memiliki kemampuan hingga budaya literasi. Untuk usia dini sendiri ada tahapan dasar yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam ranah literasi yakni menstimulasi kemampuan dasar berbahasa anak usia dini.

3. Mengetahui tipe gaya belajar anak


Cr. Hafizfunclub

Anak memiliki karakter masing-masing. Salah satunya yakni gaya belajar. Penting bagi Ibu selaku guru pertama bagi anak untuk mengetahui gaya belajar anak. Bayangkan jika tidak mengetahui tipe gaya belajar anak. Misalkan anak A memiliki tipe gaya belajar visual sedangkan ibu A menstimulasinya menggunakan media atau cara linguistik. Tentu hasil pembelajaran atau stimulasi tidak memberikan hasil yang maksimal atau mungkin membutuhkan waktu lama untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Alhamdulillah saya sudah mengetahui gaya belajar anak saya yakni gaya belajar kinestetik. Anak dengan tipe ini sulit untuk duduk diam tertib di kelas untuk memperhatikan penjelasan guru. Anak dengan tipe ini lebih suka mempelajari sesuatu hal yang melibatkan tangan dan kaki. Berdasarkan hal ini, maka cara yang digunakan untuk menstimulus literasi anak kinestetik adalah melalui metode yang melibatkan kaki juga tangan.

4. Menentukan Metode untuk Menstimulasi Literasi Anak

Selanjutnya, dalam kelas parenting di salah satu lembaga pendidikan anak usia dini yang pernah saya ikuti, narasumber yang juga merupakan seorang dosen UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus Psikolog yang bernama Ibu Nety mengatakan bahwa anak mudah belajar saat mereka berada di dalam zona nyaman. Zona nyaman anak adalah saat ia merasa senang. 

Nah, salah satu hal yang dapat membuat anak senang adalah bermain. Bermain merupakan cara yang tepat untuk dijadikan sebagai cara atau usaha untuk menstimulasi anak. Karena dilihat juga dari teori perkembangan kognitif anak versi Jean Piaget bahwa anak usia dini masuk dalam fase praoperational thinking dan periode pemikiran intuitif. 

Pada fase praoperational thingking, anak mulai membangun konsep sederhana. Untuk membentuk konsep sederhana dibutuhkan contoh-contoh atau benda-benda konkrit yang ada di sekitar anak. Sedangkan pada fase pemikiran intuitif yakni anak-anak masih menyelesaikan masalah secara intuitif bukan berdasarkan kaidah-kaidah logika. Adapun bentuk-bentuk masalah yang biasanya diselesaikan oleh anak pada fase ini adalah masalah yang dapat dilihat oleh anak atau masalah yang konkrit.

Adapun permainan-permainan yang dapat digunakan (dan sudah saya pratekkan) untuk menstimulus literasi anak adalah sebagai berikut.

Permainan untuk Menstimulus Kemampuan Menyimak

Permainan ini lebih kepada memperkenalkan nama-nama benda atau gambar yang dilihat anak. Dalam proses perkenalan ini ada aktivitas menyimak didalamnya.

1. Flash card

2. Puzzle



Permainan untuk Menstimulasi Kemampuan Berbicara. 

Setelah menyimak, anak mulai berbicara mengenal nama-nama yang ada disekitarnya. Nah permainan ini melatih anak berbicara merangkai kata menjadi kalimat-kalimat sederhana. Sembari bermain, anak akan membangun cerita versi anak sendiri yang terkait dengan diorama yang dimainkan.

1. Bermain peran (diorama lalu lintas)



2. Diorama solar system

3. Microphone kardus




Permainan untuk Menstimulus Kemampuan Membaca

Permainan ini melatih anak mengenal pelafalan dari perpaduan huruf konsonan dan vokal serta melatih membaca sebuah kata demi kata.

1. Sim salabim jadi apa?

2. Playdough


3. Memancing kata




4. Tebak nama bola



Permainan untuk Menstimulus Kemampuan Menulis

Permainan ini guna melatih motorik halus anak sehingga tangan tidak kaku atau lancar saat menulis huruf-huruf abjad.

1. Corat coret

2. Mencari jejak di Maze



Alhamdulillah, sejauh ini, perkembangan literasi si kecil yang meliputi kemampuan menyimak, membaca, dan menulis semakin meningkat. Meskipun demikian, bukan berarti stimulasi berhenti sampai di sini. Masih ada stimulasi lanjutan. 

Stimulasi lanjutan berupa stimulasi yang bertujuan agar anak suka atau hobi membaca. Kami, ingin sekali, membangun #BudayaLiterasi di dalam keluarga kami. Kami ingin menjadikan literasi sebagai #SahabatKeluarga. Adapun beberapa bentuk stimulasi lanjutan yang saya lakukan ke anak saya adalah sebagai berikut. 

Stimulasi mengajak si kecil membaca kata yang ditemui, misal membaca nama-nama produk yang dijual di minimarket atau membaca kata-kata yang ada di iklan tv atau dimana pun tempat. 



Saya membelikan buku-buku yang sesuai dengan apa yang ia suka. Misal buku tentang luar angkasa. 


Saya juga mengajak si kecil membaca buku cerita bersama-sama. Kadang dia meminta untuk membaca buku sendiri di tempat favoritnya, tenda selimut (baca: selendang).


Kalau saya sedang bepergian bersama anak ataupun sekeluarga, saya juga menyempatkan diri untuk mengajak anak saya membaca. Tidak lama. Cukup 5 hingga 10 menit saja.

Namun saat bepergiaan, kadang-kadang saya lupa membawa buku bacaan. Apabila hal ini terjadi, maka saya tidak mau berpangku tangan begitu saja. Saya memanfaatkan gawai saya untuk mencari cerita-cerita atau dongeng-dongeng yang bisa saya baca bersama anak saya.




Alhamdulillah, saya tidak perlu berselancar lama-lama di searching google. Karena saya tinggal membuka website #SahabatKeluarga milik Kemendikbud. Di website tersebut ada fitur dongeng-dongeng, cerita anak,  dan sebagainya.

Stimulasi-stimulasi di atas yang bertujuan membentuk #BudayaLiterasi dalam keluarga atau ingin menjadikan literasi sebagai #SahabatKeluarga, dapat dikatakan cukup sederhana. Hanya saja dibutuhkan ketelatenan, dilakukan secara berkesinambungan dan berulang-ulang. 

Apa yang saya lakukan ini di atas berdasarkan pada teori yang diungkapkan oleh Hebb, pakar neurologi, bahwa diperlukan kontinguitas dan frekuensi dalam fase proses belajar awal yang ada pada anak usia dini. Lebih lanjut, Hebb juga mengatakan bahwa untuk membentuk suatu memori jangka panjang maka dibutuhkan pengalaman yang diulang-ulang.


Saya bersyukur, sampai pada tahap ini, suami selalu mendukung apa yang saya lakukan. Jika saya memiliki kesibukan, maka suami mau menggantikan saya untuk mengajak si kecil membaca cerita bersama. 

Saya dan suami berharap, ajakan-ajakan sederhana namun konsisten ini dapat membuat si kecil jadi terbiasa membaca hingga aktivitas membaca pun menjadi hobinya.

Jadi, seperti itulah usaha yang saya dan suami lakukan demi dapat memberikan yang terbaik untuk anak kami khususnya dalam dunia literasi anak #LiterasiKeluarga. Besar harapan bahwa apa yang kami lakukan selama ini dan masih terus berjalan sampai saat ini dan seterusnya, dapat memberikan pengaruh positif dalam dunia literasi anak kami juga dalam dunia #LiterasiKeluarga Kami. 

Akhir kata, semoga pengalaman sederhana ini dapat memberikan manfaat serta menularkan semangat untuk berusaha menstimulasi literasi anak. Karena siapa lagi yang akan melakukan hal ini, kalau bukan kita selaku orangtua mereka. Siapa lagi yang paling purna memberikan pengaruh positif kepada anak, kalau bukan kita, orangtua mereka. Jadi, kuy. Mari berusaha menstimulasi literasi anak sejak usia dini mulai dari rumah demi masa depan mereka.

***

Referensi:
gln.kemendikbud.go.id
Hergenhahn, B.R. & Olson, Matthew H. 2008. Teori Belajar (penerj: Triwibowo B.S. Jakarta: KENCANA.

96 comments:

  1. Replies
    1. Aamiin terima kasih mbk Jihan. Semoga bermnafaat dan salam kenal jugak 🤗

      Delete
  2. Kereeenn buanget, Maaak
    Yap iklim literasi memang kudu ditumbuhkan dan dirawat dgn seoptimal mungkin.
    Anak2 kudu makin cerdas dan berkarakter positif ya
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbk nurul jauh lebih kereeeennn. Iyup, berusaha apa aja wes, slh satunya stimulasi literasi sbg bekal masa depan anak kelak. Semangaaattt.

      Delete
  3. Waktu anak saya Fahmi mulai beranjak jalan, ngoceh, dan minta ini itu saya suka kepikiran gimana supaya kecerdasan serta tumbuh kembang bisa optimal. Beruntung saat itu saya mendapat paket Morinaga MyPlan. Kecerdasan dan intelegensi anak mulai terasah. Alhamdulillah sangat membantu sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, saya ikut senang mbk Oktiiii. Salam sayang buat Fahmi yak.

      Delete
    2. Iya Mbak terimakasih. Anak kita anak Morinaga juga ya hehehe

      Delete
  4. Senang banget mbak melihat berbagai simulasi dalam rangka mendukung anak agar menyukai literasi. Beberapa kegiatan ini sudah saya lakukan dan yang lainnya akan segera dieksekusi di rumah. Thanks udah sharing mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhmdulillah saya ikut senang, mbk Arda. Salam sayang buat si kecil yak.

      Delete
  5. Wah saya salah pengertian selama ini. Saya kira literasi hanya berkaitan dengan kemampuan membaca tapi ternyata jauh lebih luas lagi ya.. TFS mba..tips2 nya sangat berguna..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baru tahu ttg website Sahabat Keluarga ini..langsung kepoin ah..

      Delete
    2. Makasih mbk mechta sudah berkunjung di sini. Semoga bermanfaat ya, Mbk. Aamiin

      Delete
  6. Aku pengen main Diorama solar system sama ponakanku tapi belum bisa buatnya. Kemarin2 sudah nyoba bikin cerita bergambar karena dia udah bisa baca dan memang suka gambar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip mbk jiah. Aku malah baru mau nyobak ngajak si kecil bikin atau mengarang indah dari sebuah gambar. Makasih ya sudah berkunjung. Semoga bermanfaat

      Delete
  7. Banyak bgt contoh stimulasinya Mba, semuanya bnyak bgt yg membantu atau menstimulasi kemampuan anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbk ada banyak hal sederhana yg ada di sekitar kita yg bs digunakan untuk menstimulasi perkembangan anak salah satunya stimulasi literasi. Matur nuwun sudaj berkunjung ke sini mbk desi. Semoga bermanfaat yak aamiin

      Delete
  8. Mbaaa, keren banget.
    Kreatif bangeeettt.
    pengen contek ah.
    Pas banget nih buat anak saya, simple dan lucu pula :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbk rey. Ayo bikin bikiiinnn. Colek2 aku ya kalau udh bikin. Matur nuwun kunjungannya ya mbk rey. Semoga bermnfaat yak aamiin

      Delete
  9. Wah banyak banget stimulannya. Anak2 kalau nggak banyak2 distimulasi jadinya nakal karena energi mereka banyak. Alhamdulillah ibunya rajin begini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbk, kebetulan si kecil gaya belajarnya kinestetik jd ya harus bebikinan gini. Matur nuwun sudah berkunjung ke sini mbk lusi. Semoga brmanfaat. Aamiin

      Delete
  10. Keren banget ini Mamaihnya kreatif banget ya. Dulu waktu anak-anak saya masih kecil stimulusnha pakai mainan, flash card dan buku2 bacaan aja sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbk amel juga keren. Mainan, buku atau apa aja mbk yg penting tetap berusaha utk memberikan stimulasi kemampuan anak. Matur nuwun sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

      Delete
  11. Stimulasi literasi untuk anak usia dini sangat banyak ya.. saatnya orang tua melek literasi juga.. agar mau memberikan stimulasi kepada anak anaknya.. karena pendidikan anak usia dini itu sebagai investasi terbaik untuk masa depan anak ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbk elly. Investasi atau bekal utk masa depan anak. Makasih sudah berkunjung ya mbk. Semoga bermanfaat aamiin

      Delete
  12. Mba makasi banget inspirasi bermainnya. Berguna banget buat anakku yang berusia 3 tahun dan mulai bisa membaca huruf alfabet.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama sama mbk. Senang sekali. Makasih banyak sudah berkunjung mbk. Semoga bermanfaat aamiin

      Delete
  13. Kreatif banget nih mba stimulasi yang bisa dicontohkan di sini. Dengan perangkat sederhana yang pasti ada di sekeliling kita, udah jadi deh alat untuk stimulasinya ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih banyak mbk uniek sdh berkunjung. Semoga bermanfaat.

      Delete
  14. kreatif bnaget mak caramu menstimulasi literasi anak. Semoga nanti anaknya sudah cinta membaca dan menulis ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya Allah. Allahumma aamiin. Makasih mama ade sudah berkunjung ke sini. Semoga bermanfaat aamiin

      Delete
  15. Paling seru memang jika anak berada di usia tumbuh kembang
    Stimulasi selalu ingin digencarkan dan salah satunya untuk kecerdasan literasi
    Saya suka bikinbikin kayak gini juga sama anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mbk rahma mantab. Makasih banyak sudah berkunjung ke sini mbk. Semoga bermanfaat aamiin

      Delete
  16. Yuk mari kita stimulasi anak biar makin suka sama literasi. Nanti pas gedhe pun dia cerdas dan lebih gampang ngungkapin sesuatu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup yup, idem sm mbk jiah. Makasih sudah berkunjung ya mbk

      Delete
  17. Ulalaaa, seneng banget kalo semua parents terpanggil untuk aktif tingkatkan literasi pd anak yaaa
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbk nurul, karena kemampuan literasi adalah salah satu bekal penting untuk masa depan anak. Makasih sudah berkunjung ya mbk

      Delete
  18. Aku kangen banget "bikin-bikin" kayak gitu di rumah sama anak2. semoga kalau si bungsu udah agak bisa diajak main yang beraturan gini, aku mulai rajin. rencananya mau montessori di rumah lagi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaahh senangnya. Jangan lupa share ya mbk cin. Colek colek aku. Buat tambahan ide main sambil belajar. Makish sdh berkunjung yak.

      Delete
  19. Mbak, bermanfaat sekali tulisannya. Aku jadi malu sendiri karena aku kurang kreatif seperti mbak. Aku jadi mau mencoba yang sudah mbak lakukan. Terima kasih ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo semangat. Aku cuma bisa nyorakin nih karena sudah nggak punya anak kecil.

      Delete
    2. Alhmdulillah senang sekali kalau tulisan yg isinya pengalaman saya ini bisa memberi manfaat utk mbk jean. Yuk bebikinan mbk. Semangat yak. Matur nuwun sudah berkunjung.

      Delete
  20. Banyak model permainan yang bisa menstimulir kemampuan anak ya.
    Orang tua mesti nggak boleh lelah belajar ya, demi mengoptimalkan kemampuan anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbk. Semangat wes demi masa depan anak. Makasih banyak sudah berkunjung mbk.

      Delete
  21. Kreatif idenya untuk stimulasi anak, terutama dengan kegiatan membacakan buku ke anak. Memang, keluarga memiliki peranan yang paling besar dalam tumbuh kembang anak, sebelum anak masuk ke masa sekolah dan masuk dalam masyarakat. Ingat banget dulu nasihat mamaku. Katanya, anak sebelum sekolah minimal sudah punya dasar yang baik sehingga ketika ia sudah berbaur di luar sana, ia tak mudah terpengaruh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbk monic sudah berkunjung. Iyup sebelum membaur dg lingkungan, saya dan suami brusaha membekali anak dg fondasi yg kuat nan positif salah satunya kemampuan literasi..

      Delete
  22. Wah, ternyata alat stimulasi kemampuan anak variatif banget ya. Ini berarti sayanya yang males kali ya huhuhu. Padahal alat alatnya juga gak susah kan ya? Sip, abis ini langsung nyontek beberapa alat peraga nih. Makasih ya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeayyy Ayo semngat bikin2 mbk. Bahan2 mainannya ada di sekitar kita. Btw makasih sudah berkunjung ya mbk.

      Delete
  23. Rumah memang jadi madrasah pertama anak. Menyenangkan banget kalau orang tua mau ikut andil melakukan stimulasi untuk anak dengan kegiatan menyenangkan seperti ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbk chi, belajar mulai dari rumah, dan keluarga. Btw makasih sudah berkunjung ya mbk

      Delete
  24. Mbak mau ngasih inspirasi mainan lainnya gak? Haha nodong duluan wkwk atau mau bikin kumpulan inspirasinya gituu dari temen2 lain?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di instagram aku ada bunda, ada aneka macam mainan yang aku share di igku. Nama akunku indachakim. Follow ya bund nanti aku folbek. Hehe. Btw makasih sudah berkunjung yaaaaa

      Delete
  25. Wah keren bahasannya ..bagus nih buat para mahmud utk dipraktekan..aku keburu gede2 anaknya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mama ida, aku suka baca blog mama ida soal parenting remaja. Makasih banyak ya sdh berkunjung ke sini.

      Delete
  26. Aku jadi kepikiran bikin tenda-tendaan di rumah nih, anak yang kecil belum pernah ikutan kemping soalnya. Banyak permainan yang mudah dibuat di rumah menstimulasi anak sejak dini ya gak perlu mahal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, ayo bikin. Kalau yg ini, aku bikinnya pakai tali rapiah sm selendang aja mbk. Dicancang diiket gt. Udah jadi dah. Btw makasih sdh berkunjung ya mbk lid

      Delete
  27. Dunia anak memang bermain dan energi mereka besar sekali. Klo kita tidak menangkap moment ini jadi sia sia ya rahapan mereka ini. Alhamdullilah mba mekewati dengan edukatif gini..aku mau nyontek ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya loh, stimulasi kepada anak yang disampaikan di blog ini beneran ampuh ya. Dikemas secara sederhana dengan bahan-bahan yang mudah didapat, anak pun hepi dan menjalani proses belajarnya dengan penuh semangat.

      Delete
    2. Monggo mama binar. Alhamdulillah. Makasih sudah berkunjung ya mama.

      Delete
  28. Mba iNdah nggak berhenti memberikan stimulus dan kreasi yang oke seperti ini deh mba. Ampun deh kerennya. Hhahaa. Aku tuh nggak bisa mbaa bikin gini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat 45 nih umik, demi bekal masa depan anak. Dah, umik juga keren. Btw makasih sdh berkunjung ya umik

      Delete
  29. Dibikin video praktiknya pasti seru deh. Buat contoh ke ibu2 lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gitu ya, mbk. Makasih sarannya ya. Dan makasih sdh berkunjung ke sini.

      Delete
  30. Duh senangnya mamak kreatif banget ya, saya sendiri dulu paling main flashcard, lego, buku cerita haha pokoknya lebih banyak beli sih soale emaknya kurang kreatif.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa aja mbk boleh, buku, flashcard, lego, yang penting kita berusaha untuk menstimulasi kemampuan si kecil. Btw makasih sudah berkunjung ya mbk

      Delete
  31. Banyak bgt contoh stimulasi belajarnya Mba, jd rekomendasi bgt in utk ibu-ibu yg kekurangan info tentang bagaimana cara stimulasi anak ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Smoga ya mbk. Aku berharap banget tulisan sederhana ini bisa memberi manfaat. Btw makasih kunjungannya ya mbk desi

      Delete
  32. waaah asik kayanya ya bikin tenda tenda gitu, aku mau praktekin ah kalo ada krponakan akunyg lagi nginep dirumah hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, ayo bikin mbk, salam buat ponakannya yak. Btw makasih sudah berkunjung mbk demia

      Delete
  33. Ide permainannya keren-keren euy kak, aku ijin nyontek permainannya ya, jadi ga sabar pengen coba bareng si kecil di rumah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Monggoooooo mbaakkkk. Alhmdulillah. Btw makasih sudah berkunjung ya mbk

      Delete
  34. Wuih keren banget. Banyak aktivitasnya. Anak-anak pasti seneng diajak belajar sambil main kayak gini. Aku nih, sekarang lagi males. Huhuhu... kudu nyontoh Mbak Inda nih. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mbk Nia. Cemumut. Btw makasih sudah berkunjung ya mbk

      Delete
  35. Keren juga nih ide kreatif untuk permainan anak di rumah. Bisa loh dijadikan buku mba, kan bisa menginspirasi keluarga lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, makasih sarannya ya mbk. Aku catet dulu, nih. Btw makasih sudah berkunjuuungggg

      Delete
  36. Berbagai permainan ini bisa membantu anak dalam mengembangkan minat literasi ya mbak. Suka dengan berbagai permainan tersebut dan akan diaplikasikan buat si kecil.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga beberapa sudah dipraktekkan
      Anak suka literasi memang mantap hasilnya ke depan
      Hahaha

      Delete
    2. Semangat mbk Arda, mbk rahma juga. Selamat bermain dg si kecil sambil stimulasi literasi si kecil. Makasih sudah berkunjung yak.

      Delete
  37. dan memang banyak sekali cara untuk menstimulasi kecerdasan anak termasuk literasi ya mbna. Idenya kereeen kereeen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbk indaaaahhhh. Makasih banyak sudah berkunjung ke siniìi.

      Delete
  38. Punya anak kecil means Ibumnya mesti kreatif berkarya.
    Paling engga, anak-anak beraktivitas dari apa aja yang ada di rumah.

    Seruu banget kalau mainannya banyak dan beraneka ragam begini..
    Terutama yang puzzle dari kotak susu.

    ReplyDelete
  39. Keren, Mbak... MasyaAllah. Pas banget anak keduaku masih susah diajak ngomong, jadinya aku harus push.
    Sayang nih inetku lemot jadi gabisa lihat gambarnya. Bintangin dulu aja deh biar nanti bisa lihat ide permainannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaaahh. Semoga inetnya segera lancar ya mbk. Aamiin. Btw makasih sudah berkunjung ke sini mbk Arin.

      Delete
  40. Keren banget nih Mba stimulasi untuk anak-anaknya. Rajin deh Mba Inda. Kalo aku kebanyakan baca buku aja wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbk ella. Baca buku juga oke mbk. Btw makasih sdh berkunjung ya mbk

      Delete
  41. Barokallah banyak ilmu parenting ini, soal menstimulasi anak ya Mba Sejak dini banget. Aku jadi belajar juga, karena belum ada anak nimba ilmu dulu hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin aamiin. Makasih ya nyi sudah berkunjung ke sini. Kecup kecup

      Delete
  42. terimakasih ya mba, inspirasi banget sih untuk bermain bersama anak dan keluarga. dicobain satu deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kembali kasih mbk Mutia dan makasih banyak ya sudah berkunjung ke sini.

      Delete
  43. Ternyata ada banyak cara untuk menstimulasi literasi anak, tidak hanya dengan membaca buku atau main flash card saja. Kalau gitu, saya izin save dan share yak. Sebagai referensi bagi saya atau mungkin jg org2 sekitar saya. Terima kasih banyak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, Monggo, terima kasih banyak sudah berkunjung kesini.

      Delete
  44. Mantaaab buuuk ijin save n share hehehehe suwun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah monggo. Makasih banyak sudah berkunjung ke sini mbk Bia.

      Delete
  45. Menyimak, berbicara, dan membaca akan kepakai terus seumur hidup. Cara belajarnya bisa dengan sambil bermain, jadi nggak kerasa belajar dan malah jadi menyenangkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin insyaAllah. Makasih kunjungannya mbk Afifaaaahhh

      Delete
  46. Mbaa aku nyontek ya mba ini ide permainnannya soalnya kadang jadi ibu itu suka bingung mau kasih mainan apa ternyata yang sederhana bisa jadi keren begini

    ReplyDelete

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)

Facebook  Twitter  Google+ Yahoo

Follow by Email

Ajak Jelajah Museum, Si Kecil Bakal Bosen atau Nggak, Ya?

Beberapa waktu yang lalu, entah dapat wangsit darimana, aku berinisiatif untuk mengajak si kecil Ken pergi ke museum yang berada tak ja...