Pemikir yang Jadi Toxic Bagi Diri Sendiri?



Pemikir. 
Ya, aku begini ini. Pemikir parah. Apa apa aku pikirin. Nggak ada yang aku pilah pilih. Bahkan beberapa kali hal yang kadang kecil remeh temeh aku pikirkan sedemikian rupa. 
"Eh koq bisa begini, ya". 
"Seharusnya nggak gitu"
"Duh, coba aku nggak ngelakuin gitu tadi"
"Lain kali jangan sampai deh begitu"

Wadidawlah yah.
Terutama bagian yang mengandai-andai, menjika-jika, atau menyesali keputusan yang aku pilih sendiri. Maknyonyor, kan. Bikin keputusan sendiri, eee malah tenggelam dalam pikiran penuh sesal. Seharusnya, bukan rasa sesal yang dibesarkan yang dipikirkan sedemikian dalam. Melainkan cari hikmah atau pelajaran di setiap kegagalan dari keputusan.

Seringkali, aku terjebak dengan pikiranku sendiri. Hingga bikin aku memutuskan untuk berhenti, tidak melangkah, membiarkan hidup mengalir begitu saja. Karena aku nggak mau mengambil risiko. Aku takut nggak siap menghadapi risiko dari keputusan yang aku ambil. 

Sifat pemikir bukan suatu hal yang buruk. Namun jika berlebihan malah jadi toxic bagi diri sendiri. Karena buat tidak berani melangkah, mencoba sesuatu hal yang baru, karena takut dengan resiko yang mungkin terjadi. Padahal belum tentu apa yang dipikirkan tentang resiko-resiko yang mungkin terjadi tersebut akan terjadi beneran atau akan menjadi nyata atau benar-benar terjadi. Belum tentu. 


2 comments:

  1. Halo, salam kenal. Ini tulisannya aku banget nih. Sering banget kebanyakan mikir, malah akhirnya nggak gerak-gerak.
    Tapi aku pernah ketemu sama satu blogger yang bilang gini, "Coba kamu pikirin achievement apa aja yang udah kamu dapet. Kamu overthinking aja bisa sampe di titik itu, apalagi kalo kamu nggak overthinking. Semua cuma ada di kepala kamu aja."
    Jadi sekarang aku punya motto, lebih baik nyesel karena nyoba terus gagal daripada nyesel karena nggak nyoba sama sekali :)

    ReplyDelete

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)

Facebook  Twitter  Google+ Yahoo

Follow by Email

Kolaborasi Apik Generasi Milenial dan Koperasi untuk Membangun Ekonomi Negeri

Cr. Fp Generasi Milenial Generasi milenial digadang-gadang menjadi generasi yang mampu membangun ekonomi negeri. Pendapat ini wajar, ...