7 Hal yang Perlu Dilakukan Orangtua Sebelum Anak Kembali Sekolah Tatap Muka


Freepik

Mamis, kira-kira 10 bulan sudah kita menghadapi Corona. Pasti ada rasa lelah, bukan? Tapi mau bagaimanapun lelahnya, kita harus tetap semangat menghalau Covid-19 sampai benar-benar Covid-19 dinyatakan bubar jalan (terutama) dari negeri kita tercinta Indonesia. Semoga, sesegera mungkin. Aamiin

Baca juga: Covid-19

Nah, dalam kurun waktu selama itu, pasti ada begitu banyak perubahan dalam hidup kita. Kalau bagi aku, perubahan yang paling terasa sih soal isi dompet hehe. Yangmana sebelum pandemi, dompetku didominasi oleh gambar Djuanda Kartawidjaja. Lalu saat pandemi begini dompetku didominasi oleh gambar Tuanku Imam Bondjol, beberapa Frans Kaisiepo juga Sam Ratulangi Hahay. Perubahan isi dompetku ini terjadi karena tempat suami bekerja serta usaha sampingan ku sebagai seorang freelancer writer dan penjual baso aci juga terdampak pandemi Covid-19.



Sedih nggak? Awalnya sedih tapi lama-lama mah nggak. Buat apa juga sedih lama-lama, nggak ada untungnya, ya kan? Iyup.

Trus ada lagi perubahan lainnya yakni yang biasanya bekerja di kantor, sejak pandemi, berubah menjadi bekerja di rumah atau dikenal dengan work from home (WFH). 

Merdeka.com

Anak-anak juga tidak lagi sekolah tatap muka melainkan sekolah online saja. Apa lagi ya? Eemmm ... Masih banyak yang lainnya.

Detik - Edi Wahyono

Mamis, untuk perubahan lokasi kerja dan diberlakukannya sekolah online, aku bersyukur dengan hal itu. Aku tidak bisa membayangkan jika suami tidak WFH dan anak tetap sekolah tatap muka di pada pandemi covid-19 begini. Aku pasti diserang rasa khawatir, rasa cemas, juga rasa takut suami atau anak terpapar Covid-19. Dudududuuhhh...naudzubillah.

Soal aku yang harus menjadi guru dadakan untuk anakku, pun rasanya jadi tak masalah. Rempong, sih, repot juga kewalahan itu pasti. Apalagi mengajar anakku yang tipe gaya belajarnya kinestetik yang butuh effort banget. Tapi nggak apa-apalah daripada aku diterpa rasa khawatir karena melepas anakku pergi sekolah semasa pandemi begini. 


Lalu, beberapa waktu lalu aku mendapatkan informasi dari pihak sekolah bahwa kemungkinan sekolah tatap muka akan dimulai di  awal tahun 2021. Aku kaget donk dengan informasi itu. Bagaimana nggak kaget, lawong pandemi Covid-19 aja belum kelar, eeee sekolah tatap muka mau dimulai aja. Please jangan dooonkkk.

Mungkin, untuk sekolah sekolah yang benar-benar bisa menerapkan protokol kesehatan, dan benar-benar berkomitmen melindungi anak didik dari Covid-19, tidak jadi masalah jika memulai sekolah tatap muka di awal tahun 2021. Tapi bagi sekolah yang tidak bisa melakukan hal di atas, menurutku, lebih baik untuk tidak melaksanakan sekolah tatap muka. Karena apa? Berisiko jadi klaster baru euy. Iya, tho?

Aku sempat uring-uringan dengan informasi tersebut. Aku bahkan sudah berniat menemui kepala sekolah untuk mengkonfirmasi kabar tersebut sembari meminta izin agar anakku tetap bersekolah di rumah minimal sampai Covid-19 tidak jadi pandemi. Iya, aku sudah berpikir ke arah sana tapi akhirnya nggak jadi setelah aku mendengarkan konfirmasi langsung dari pak Menteri Nadiem Makarim bahwa tidak ada paksaan untuk memilih sekolah tatap muka daripada sekolah online. Jika orangtua memilih sekolah online, maka sekolah pun harus mengizinkannya.  Pyuuuhhhh... Syukur deh Alhamdulillah.

Mamis, bagiku, apa yang terjadi di atas adalah sebuah kode, sebuah pertanda bahwa sudah seharusnya orangtua perlu melakukan beberapa hal sebelum melepas anak kembali sekolah tatap muka. Terlepas dari masih ada atau sudah berakhirnya pandemi Covid-19.

7 Hal yang Perlu Dilakukan Orangtua Sebelum Anak Kembali Sekolah Tatap Muka

1. Senantiasa Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak.


Ini paling penting yakni senantiasa menjaga daya tahan tubuh anak. Dengan daya tahan tubuh yang tangguh akan membuat anak tetap sehat dan tidak mudah jatuh sakit. Caranya dengan memberikan nutrisi sesuai kebutuhan anak. 

2. Beri pemahaman dasar pada anak tentang Covid-19.

Ada banyak informasi terkait covid-19. Namun aku sebagai seorang ibu membuat definisi covid-19 menjadi lebih sederhana agar anakku yang masih kelas 2 sekolah dasar paham dengan penjelasanku. Seperti ini, Covid-19 itu virus yang berbahaya. Kalau terkena virus covid-19, membuat susah bernafas.  Jadi agar tidak terkena virus ini, caranya adalah dengan  harus mempraktekkan protokol kesehatan. Kalau ada yang bersin atau batuk, segeralah menjauh dan sebagainya. 

Cara lain yang aku gunakan yakni memberikan buku tentang covid-19 pada anakku. Salah satunya seperti buku yang ada di aplikasi let's read berikut ini. 


7 Hal yang Perlu Dilakukan Orangtua Sebelum Anak Kembali Sekolah Tatap Muka

Baca juga: baca dan download buku anak gratis di Let's Read

3. Latih anak menerapkan protokol kesehatan.

7 Hal yang Perlu Dilakukan Orangtua Sebelum Anak Kembali Sekolah Tatap Muka

Sejak daerah tempat tinggalku mulai ada yang terkena covid-19, aku sudah mulai menerapkan protokol kesehatan Covid-19 pada keluarga kecilku. Alhamdulillah semua mau menerapkannya. Bahkan sekarang keluarga kecilku sudah terbiasa dengan protokol kesehatan. Sekarang, kemana-mana selalu pakai masker, dan bawa hand sanitizer atau rajin cuci tangan pakai sabun.

Oya salah satu cara yang aku gunakan untuk mengenalkan hingga membuat anakku ingat dengan bagian bagian dari protokol kesehatan adalah mengajaknya bernyanyi lagu "Ingat Pesan Ibu" yang dinyanyinya oleh grup band Padi Reborn. 


7 Hal yang Perlu Dilakukan Orangtua Sebelum Anak Kembali Sekolah Tatap Muka
YouTube Padi Reborn


4. Survey ke sekolah.

Mengetahui kondisi lingkungan sekolah secara langsung di masa pandemi begini amat penting, bagiku. Agar aku tahu seperti apa dan bagaimana kesiapan sekolah sebelum mulai tatap muka mulai dari peraturan di sekolah terkait pandemi Covid-19, pengaturan posisi duduk di kelas, ketersediaan tempat untuk mencuci tangan dan sebagainya.

5. Koordinasi dengan pihak sekolah.

Orangtua juga perlu melakukan koordinasi dengan pihak sekolah. Agar orangtua tahu apa yang perlu dilakukan untuk mendukung usaha sekolah dalam menghalau Covid-19 di sekolah jika pembelajaran tatap muka benar-benar dilaksanakan.

6. Mempersiapkan benda-benda penting yang akan dibawa anak ke sekolah.

Biasanya, kalau sekolah, anak hanya membawa perlengkapan sekolah dan kadang juga kotak bekal serta botol minum. Namun, karena tengah pandemi, maka yang perlu dibawa ke sekolah jadi bertambah seperti masker, hand sanitizer, face Shield, tisu, dan sebagainya. Jadi orangtua perlu mempersiapkan itu semua di rumah.

7. Vaksin virus covid-19.

Ini yang paling dinanti-nanti oleh semua orang di banyak negara yakni kehadiran vaksin virus covid-19. Demikian juga dengan.  masyarakat Indonesia. Menanti banget kalau aku mah.

Ini sebagai salah satu ikhtiar agar terhindar dari virus covid-19. Ikhtiar lainnya ya tetap jaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan. Jadi misalkan kalau vaksin virus covid-19 sudah ada, aku mau banget mendapatkan vaksin tersebut. Sayangnya, aku dan kamu Mamis belum bisa mendapatkan vaksin covid-19, yak. Semoga segera deh, ya. Aamiin

Etapi kemarin, aku nonton berita di tv. Katanya vaksin Sinochem virus covid-19 sudah tiba di Indonesia. Waaahhh, aku langsung berbunga bunga juga bersyukur Alhamdulillah donk. Sayangnya, aku cuma nonton sekilas soal berita itu. Karena keburu rempong di kedai.

Trus pas luang, aku mencoba mencari berita tentang vaksin Covid-19 di Halodoc. Iya, aku memang kalau cari informasi atau referensi tentang kesehatan jiwa juga raga di Halodoc. Soalnya pembahasan kesehatan di Halodoc itu lengkap. Ditambah lagi artikel artikel di Halodoc ditinjau langsung oleh para dokter yang memang ahlinya di bidang kesehatan.

Adapun informasi yang aku dapatkan di Halodoc bahwa Vaksin Sinochem virus Covid-19 memang sudah tiba. Namun belum bisa langsung dipakai melainkan perlu beberapa tahapan lagi untuk akhirnya bisa disuntikkan pada masyarakat. Baiklah, aku setia menanti sampai akhirnya vaksin virus covid-19 siap digunakan untuk memvaksin masyakarat negeri ini.

Jadi seperti itu hal-hal yang aku persiapkan sebelum anak kembali sekolah tatap muka di masa pandemi Covid-19 yang belum juga pergi dari bumi Pertiwi ini. Tapi mau aku sih tetap, Mamis. Aku mau anakku sekolah online saja sampai pandemi benar-benar usai.

Mamis, kita memang masih harus terus berjuang untuk menjaga diri sendiri juga keluarga terutama dari virus covid-19. Semoga perjuangan kita untuk menghadapi dan menghalau virus covid-19 ini segera berakhir dengan happy ending ya, Mamis. Aamiin.



19 comments:

  1. Semoga vaksin sinochem ini nantinya benar-benar efektif mencegah penularan virus covid-19.

    Memasuki masa sekolah tatap muka, semoga saja anak-anak bisa di arahkan ya supaya mematuhi protokol kesehatan.

    ReplyDelete
  2. Anak bunda juga melakukan survey ke sekolah anaknya (cucu bunda)berkenaan bljr kembali dengan tatap muka ini. Tentang vaksin yg aka disuntikkan ke masyarakat ada yg betkomentar bagaimana mungkin suntikan vaksin dilaksanakan sedangkan pervobaan yg fi programkan kpd kurleb 600 orang volunteers blm ada hasilnya. Ah, sebagai orang awam jd bingung juga nih. Tp kan vaksinasi ini hanya akan diberikan kepada mereka yg berusia antara 18--59 tahun, jd bunda yg usianya bahkan diatas 60th tak usah terlalu bingung. Tunggu aja tanggal mainnya.

    ReplyDelete
  3. puji Tuhan sekolah anakku nggak jadi tatap muka mbak, bulan maret baru diadakan tatap muka itu juga kalau jadi hehee

    ReplyDelete
  4. Samaa, aku juga lebih memilih anakku sekolah online saja dulu selama pandemi ini, apalagi di kotaku jumlah pasien covid juga masih banyak.
    Kalau suami sih tidak bisa WFH, harus ngantor terus sejak bln Juni lalu. Hanya bisa berdoa semoga imun tubuh bagus, sehat2 terus.

    ReplyDelete
  5. Di beberapa daerah udah mulai banyak yg sekolah tatap muka ya.
    Kalo di Surabaya (kayaknya) ada juga sih, tapi (semi) diam2 gitu Mbaa

    Apapun ituuu, semogaaa kita semua senantiasa sehat jiwa raga yaaa

    ReplyDelete
  6. Ini sepertinya pasti ada plus dan minus. Semoga kita semua bisa bertahan di situasi sulit seperti sekarang ini. Semoga diberi kekuatan dan limpahan karunia dari Allah untuk kembali hidup normal walau harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

    ReplyDelete
  7. kalau aku kayaknya belum ngizinin sekolah tatap muka, karena anakku ada asma, jadi lebih rentan, malah khawatir kalau sekolah tatap muka akunya

    ReplyDelete
  8. We have a lot of surveys and coordinating meetings before to discuss about whether or not the school should be open again. Thanks for all the tips and I believe the kids need to be fully aware of the danger of COVID-19 and how to avoid it

    ReplyDelete
  9. Pandemi membuat alur hidup kita berubah total ya mbak. Ada sedihnya ada pula senangnya....tapi mau gimana lagi...ini harus kita hadapi dengan hati lapang dan ikhlas karena semua penduduk dunia merasakannya. Memang memberikan pengertian kepada anak yang gampang2 susah...karena dunia anak adalah dunia bermain dan keluar rumah. Jangan sampe mereka merasa terkungkung. Aku juga lagi nunggu kelanjutan vaksin ini...semoga ada khabar baik atau malah pandemi ini segera berakhir...aamiin.

    ReplyDelete
  10. Pandemi ini buat banyak impian ilang. Termasuk sekolah seperti dulu . Harapannya aku, pandemi ini segera berlalu sehingga anak bisa belajar di sekolah seperti dulu

    ReplyDelete
  11. Semoga dengan adanya vaksin ini bisa perlahan mengakhiri pandemi ini, kangen banget masa sebelum pandemi

    ReplyDelete
  12. Wah iya kabarnya bentar lagi anak2 mau masuk ini, kemarin aku diminta mendatangani surat bermaterai kesediaan atau tidak anak sekolah offline.. tulisan ini mengingatkan banget nih.. makasih ya...

    ReplyDelete
  13. Inginnya sih anak bisa mendapatkan vaksin tersebut ya agar enggak was-was misal kebijakan sekolah tatap muka kembali berjalan.

    ReplyDelete
  14. Rasanya memang dagdigdug ya, kak...sebagai orangtua yang memiliki anak usia sekolah, terutama masih SD atau malah TK, rasanya, belum perlu banget laah...tatap muka langsung di sekolah.

    Aku kemana-mana kalau pergi juga sendirian.
    Kalau gak ada yang dimintain tolong jagain anak-anak, gak mau ambil resiko bepergian ajak anak-anak.

    Semoga kita semua sehat selalu.
    Aamiin~

    Apapun pilihannya, semoga Allah mudahkan ikhtiar maksimal kita sebagai orangtua.

    ReplyDelete
  15. aku belum siap mba kalau anak-anak kembali ke sekolah, banyak teman-teman ku yang ketat dengan protokol kesehatan tetap bisa terkena, apalagi anak-anak huhuhu sedih banget rasanya pademi ini

    ReplyDelete
  16. mudah-mudahan sih nanti anak kembali ke sekolah saat semuanya sudah benar-benar membaik ya mba. soalnya kesian kalau harus sekolah tapi covid belum benar benera hilang. nggak sabar deh nunggu vaksin diberikan

    ReplyDelete
  17. Saat sekolah harus kembali orangtua harus benar-benar menyiapkan semuanya dengan baik. Termasuk memberikan pemahaman pada anak tentang cara bergaul di era new normal. Saya yakin mereka tau Covid itu apa, tapi tetep harus dikasih pemahaman yang lebih personal lagi ya Mbak

    ReplyDelete
  18. manfaat banget nih tips orang tua sebelum anaknya masuk sekolah tatap muka. aku pribadi masih agak was-was, soalnya kasus covid19 pada anak juga masih meningkat. semoga pandemi ini cepat usai, biar tenang juga anaknya mulai tatap muka di sekolah.

    ReplyDelete
  19. Betul sekali, banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum anak kembali tatap muka. Karena akan banyak bertemu orang lain dalam waktu yang lama

    ReplyDelete

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)

Facebook  Twitter  Google+ Yahoo

Follow by Email

Voucher MAP Dapat Digunakan Di Mana Saja? Berikut Informasinya

cr. pic. blibli.com Jenis kupon belanja yang kerap dijadikan hadiah salah satunya voucher MAP . Kupon belanja ini dikeluarkan oleh PT. Mitra...