Review Aplikasi m-KIA, Buku KIA versi Digital


Tanggal 23 Aku ikut zoominar tentang "Pentingnya Buku KIA untuk Orangtua Pantau Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak di Masa Pandemi" yang diadakan oleh Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan PT Tirta Investama. Asli, Aku merasa beruntung karena bisa mengikuti zoominar yang begitu banyak pengetahuan didalamnya. 



Setiap narasumber mengupas materi begitu jelas dan detil. Bahkan saat pemateri terakhir yakni dr. Fitri, kami tidak ingin berhenti mendengarkan penjelasan beliau.


Dari segambreng pengetahuan yang dishare di zoominar tersebut, intinya adalah bahasan tentang pentingnya buku KIA bagi ibu dan anak serta hadirnya buku KIA versi terbaru.


Buku KIA bagiku memiliki kesan tersendiri. Buku KIA teman setia di kala aku menunggu antrian periksa kehamilan, atau antri di posyandu. Dari buku KIA, aku, yang waktu itu masih jadi calon ibu baru, jadi sedikit banyak tahu tentang kehamilan, tentang tumbuh kembang anak, dan sebagainya.  Buku KIA semacam pintu gerbang pengetahuan tentang ibu dan anak. Toh, untuk penjelasan yg lebih detil, kita bisa cari sendiri atau tanya langsung ke para ahli misal dokter anak, atau bidan dan sebagainya. 




Nah, baru-baru ini, buku KIA versi terbaru sudah keluar donk. Isinya lebih komplit dari buku KIA versi lawas. Buku KIA versi terbaru ini ada tabel catatan kesehatan gigi anak, trus tabel catatan pemberian vit. A, obat cacing, dan PMBA, trus juga ada kelas ibu balita, pola asuh, informasi terkait pelayanan kesehatan balita, hingga informasi pemenuhan gizi anak. Lengkap pokoknya, mah. Melihat buku KIA versi terbaru gitu, tentu saja aku ingin memilikinya, hahaayyy. 




Kata bu dr. Diah, buku KIA versi terbaru ini sudah bisa didapatkan di RS, puskesmas hingga posyandu. Namun, bagi daerah2 yang belum ada buku KIA versi terbaru, bisa memakai aplikasi m-KIA terlebih dahulu. Aplikasi m-KIA ini sudah tersedia di playstore, lo. 


Review Aplikasi m-Kia, Buku KIA versi Digital




Aku sendiri sudah download aplikasi m-KIA. Untuk bisa menggunakan fitur-fitur yg ada di m-KIA, kita diminta untuk mengisi data diri lengkap. 


Setelah mendaftar, kita sudah bisa menggunakan aplikasi m-KIA ini. Masuk ke aplikasi ini menggunakan nomor ponsel dan password. 



Nah, fitur-fitur yg ada di m-KIA ini meliputi fitur terkait ibu hamil, dan anak. Kemudian juga ada dashboard khusus ibu hamil dan anak yg didalamnya berisi KMS anak. 





Untuk fitur ibu hamil ini, terdapat part tentang info kesehatan ibu hamil, jadwal k-1 hingga k-6, laporan kunjungan, jadwal minum FE, dan QnA. 


Info kesehatan ibu hamil berisi tentang kehamilan, persalinan dan KB, nifas dan menyusui serta kelas ibu hamil. 


Nah di part nifas dan menyusui ini terdapat informasi yang lengkap soal menyusui. Bagaimana pelekatan, hingga aturan durasi waktu menyimpan asi. 


Kemudian di part kelas ibu hamil ini ada video tutorial senam untuk ibu hamil, lho. Asyik, deh. Lengkap banget. 



Untuk fitur anak, terdapat part tentang info kesehatan anak, tanda bahaya, dan kelas ibu balita. 



Fitur anak tak kalah lengkap dari fitur ibu hamil. Part info kesehatan anak berisi informasi tentang perawatan anak sakit, warna tinja, lingkungan yang sehat hingga informasi soal kesiapsiagaan dalam situasi bencana.



Lalu di part kelas ibu dan balita, didalamnya terdapat 3 buah informasi meliputi informasi tentang segala hal yang terkait kelompok bayi usia 0 sampai 1 tahun, hingga kelompok anak usia 5 tahun. Di setiap part dilengkapi dengan jadwal pemberian imunisasi hingga tahapan tumbuh kembang anak. Lengkap puuoolll. 




Btw ada sebuah part di m-Kia ini yang berhasil menarik perhatianku yakni part tentang depresi pasca persalinan. Aku menyambut senang adanya informasi terkait depresi pasca melahirkan di aplikasi m-Kia ini. Sebab, perkara depresi pasca melahirkan ini tidak bisa diabaikan begitu saja. 




Dari Tirto.id, menjabarkan sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh Sri Idaiani dan Bastaman Basuki. Riset dilakukan sejak 1 Januari 2015 hingga 31 Agustus 2010 pada 18.937 perempuan yang sudah menikah pada usia 10 hingga 59 tahun. Hasilnya, 2,32% perempuan mengalami depresi pasca melahirkan. Persentase yang cukup tinggi, bukan? 


Aku berharap semoga informasi terkait depresi pasca persalinan yang ada di aplikasi m-KIA ini, membuat semakin banyak orang yang melek tentang depresi yang mungkin dialami ibu pasca melahirkan. Aku juga berharap semoga dengan adanya informasi ini, dapat mengurangi jumlah ibu yang mengalami depresi pasca melahirkan. 


Jadi bagi ibu yang sedang hamil atau tengah memiliki balita, menurutku, perlu banget nih pakai aplikasi m-KIA. Karena banyak pengetahuan, juga banyak manfaat yang dapat dirasakan saat menggunakan aplikasi m-KIA ini. 


Semoga dengan hadirnya buku KIA versi terbaru ini dan juga adanya aplikasi m-KIA ini, kesehatan para ibu hamil dan anak-anak negeri ini bisa lebih baik dari sebelumnya. Mulai dari menurunnya jumlah bayi yang mengalami BBLR, pneumonia, hingga menurunnya balita yg mengalami stunting dan sebagainya. Aamiin


Semangat sehat.


No comments:

Post a Comment

Biji bunga matahari namanya kuaci
Kupas kulitnya pakai gigi
Eee para pengunjung yang baik hati
Yuk tinggalkan komentar sebelum pergi.

Buah Pir Buah Naga
Jangan khawatir, aku akan mengunjungimu juga. :)

Facebook  Twitter  Google+ Yahoo

Beli Tas di Eiger Adventure Jombang Dapat Bonus Plus Plus

  Beberapa waktu lalu, sebelum balik ke Bali, aku dan suami menyempatkan diri pergi ke Eiger Adventure Jombang. Mengunjungi Eiger Jombang ma...