Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2014

Online Shop Bukan Sekedar Tempat Berbelanja

Siapa yang tidak tau dengan online shop?. Tua, muda. Pria, wanita. Semuanya kenal dengan tempat berbelanja online ini.
Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin meningkat, manusia disajikan dengan kemudahan-kemudahan dalam melakukan aktivitasnya. Salah satunya adalah aktivitas berbelanja.
Kehadiran online shop sendiri bermula dari Pizza Hut yang menawarkan pembelian online di webnya pada 1994, yang kemudian disusul Amazon yang mulai menjual buku online pada 1995. Setelah itu, sistem belanja online tak lagi mengalami evolusi, tetapi revolusi, karena demikian cepatnya belanja online, yang kini disebut e-commerce, itu menjadi alternatif masyarakat dunia untuk bertransaksi.
Jadi saat ini kita tidak perlu berpanas-panas ria, dilanda suntuk karena macet, kaki pegal karena berburu harga murah, atau hati lelah karena tak kunjung memperoleh barang yang diinginkan. Tidak. Kita tidak perlu merasakan itu lagi. Kita tinggal duduk manis. Bisa sambil denger musik. Ditambah camilan juga boleh. …

Menjadi Istri yang Baik ditengah Emansipasi Wanita

Kawin cerai, kawin cerai. Dua kata itu sudah sangat familiar di telinga. Sudah menjadi hal yang biasa. Bahkan di kalangan para artis hal ini sudah menjadi tren tersendiri. Baru beberapa bulan menikah, bulan berikutnya sudah tersiar kabar akan menggugat cerai sang suami.

Alasan yang biasa mereka (artis yang akan bercerai) katakan pada saat konferensi perstak lain dikarenakan masalah ketidakcocokan atau sudah tidak sejalan dalam hal visi dan misi atau memang sepakat untuk berpisah (nah loh?). Namun Marini Soerjosoemarno, sebagai salah satu artis tahun 70an yang pernah mengalami kawin cerai, menambahkan, bahwa masalah ekonomi sering menjadi pemicu pula. Mungkin karena pendapatan artis biasanya lebih tinggi dari suaminya, sehingga ia merasa bisa lebih berpenghasilan.

Ya, faktor ekonomi merupakan salah satu pemicu dari perceraian. Tak hanya dikalangan artis, di masyarakat pun terjadi hal yang demikian. Penghasilan istri yang lebih tinggi dari suami, berpeluang memunculkan sikap arogansi…

Ibu

Buk. Apakah seperti ini yang engkau rasakan saat mengandungku dulu? Mual menghantui di awal semester dan langkah terasa begitu berat saat tiba di akhir semester. Begitukah ibu ?
Apakah seperti ini yang kau rasakan saat dicekam kontraksi ?. Tulang belakang terasa ngilu luar biasa. Perut dipluntir-pluntir. Sakitnya na’udzubillah. Hingga akhirnya suami menyerah dan memilih tindakan caesar. Karena tak tega melihat kondisiku yang pontang panting kesakitan. Lalu bagaimana denganmu ibu, yang melahirkanku dengan bobot 4.2 kg secara normal?.. Sedangkan aku, melahirkan normal bayi berbobot 4 kg saja tak mampu. Kau sungguh luar biasa ibu.
Ibu, aku ingat, kau pernah membagikan kiat suksesmu dalam menghadapi proses melahirkan. Salah satunya dengan mengkonsumsi kuning telur ayam kampung mentah. Dicampur dengan beberapa tetes jeruk nipis. Aku melakukan itu ibu. Dan rasanya sulit diungkapkan dengan kata-kata. Saat kuning telur itu bersiap terjun ke tenggorokan, saat itu pula terjadi penolakan. Dan a…

Belajar Asyik dengan Aplikasi Buku Sekolah Elektronik

Awal mula pertemuan saya dengan BSE adalah ketika diminta untuk mengajar matematika di salah satu Madrasah Aliyah di tempat tinggal saya. Tawaran itu saya rasa cukup berat, mengingat saya adalah anak matematika murni yang notabene berurusan dengan rumus-rumus matematika. Tak ada micro teaching dan teman-temannya. Namun oleh karena permintaan tersebut diutarakan langsung oleh guru SMP saya dulu, walhasil saya pun menganggukkan kepala tanda setuju.
Saya mulai mencari-cari buku matematika saya dulu. Saya pelajari lagi. Alhamdulillah masih ‘nyambung’. Namun saya merasa masih ada yang kurang. Salah satunya adalah mengenai variasi soal. Selain itu, saya juga khawatir, mungkin buku yang saya pakai ini sudah tidak update lagi. Akhirnya, saya memutuskan untuk meminjam buku dari teman saya yang kebetulannya adiknya adalah salah satu siswa di sekolah tersebut. Sayangnya, buku pegangan adik dari teman saya itu hanya berupa LKS saja.
Belum puas, saya berburu buku di toko buku. Namun lagi-lagi, saya …

Review Buku Adamkhoo - I am Gifted So are You

Adamkhoo tumbuh menjadi seorang remaja biasa. Bahkan ia dianggap sebagai remaja yang tidak berbakat, lambat, dan bodoh. Adamkhoo pernah dikeluarkan dari sekolah kemudian di pindahkan ke sekolah lain. Sekolah baru tidak membuat prestasi Adamkhoo berubah, di akhir masa sekolah dasar, Adamkhoo gagal dalam ujian kelulusan dan ditolak oleh 6 sekolah lanjutan yang masuk dalam daftar pilihan orang tua. Akhirnya Adamkhoo masuk di sekolah ping yi secondary school yang nyaris tak banyak orang tahu. Paragraf di atas merupakan bagian kecil dari buku ini, yang ditulis oleh seorang miliuner muda, pengusaha, penulis buku-buku terlaris dan pembicara paling dinamis dan penuh kekuatan di Asia. Ia memegang  gelar kehormatan dalam Bisnis Administrasi, praktisi, dan pelatih ahli berlisensi dalam neuro linguistic programming (NLP) di the society of NLP, USA. Dan penulis buku ini adalah Adamkhoo. Ya Adamkhoo. Buku karya Adamkhoo yang berjudul i am gifted so are you menceritakan tentang perjalanan hidupnya …

#MeTime

Hey jika dipikir-dipikir, ternyata Allah mengabulkan semua target yang aku buat dan harus aku capai.  Lulus kuliah pas 8 semester Menikah usia 22 tahun Have a baby 23 tahun Lihatlah, semua itu adalah hanya sekedar rencana jika saja Allah tidak menghendakinya. Mengabulkannya. Fabiayyia aala irobbikuma tukadziban

My Dear Diare

“Genggam batu aja, nanti ilang-ilang sendiri”’ Apanya? Batunya?
Pernah denger yang kayak gitu nggak?. Kalau diperjalanan trus tiba-tiba perut ules atau ebelet pipis, kita disuruh menggenggam batu kecil kuat-kuat. Nanti mules atau kebelet pipisnya bisa hilang. Pernah nggak ? Ih saya pernah loh kaya’ gitu, swear tekewer kewer dah. Dua batu pula. Tangan kanan dan tagan kiri. Waktu itu perjalanan dari bali menuju Jombang. Tak cukup tangan saja yang membawa batu, kantung baju juga saya isi dengan beberapa bau kecil. Jaga-jaga, kalau batu yang di tangan hilang. Nah loh?. Parah kan?.
Hampir 5 hari sejak saya berada di Bali, kian hari diare saya semakin menjadi. Karena ibuk tak tega, akhirnya ibuk memaksa saya untuk pergi ke dokter. Saya sebenarnya malas, karena saya pikir hanya sakit begini saja, paling sebentar lagi juga sembuh. Namun karena permintaan ibuk, saya akhirnya berangkat juga ke dokter.
Tiba di sana, saya harus antri terlebih dahulu. Sebelum masuk ke ruang dokter, juru tulis pun…